Ilustrasi: Subaru Outback

Subaru akui rekayasa data konsumsi bahan bakar dan emisi

Tokyo (Otolovers) - Subaru Corp Jepang mengakui dalam sebuah laporan yang diserahkan kepada pemerintah pada Jumat (27/4) bahwa salah satu pabriknya secara sistematis merekayasa data konsumsi bahan bakar dan emisi untuk 903 mobil baru.

Menurut Subaru, malpraktik itu sudah terjadi sejak 2002, di pabrik Ota di Perfektur Gunma, Jepang.

Kesalahan itu mempengaruhi sembilan model mobil yang diproduksi di pabrik itu, termasuk mobil sport Toyota 86 yang diproduksi Subaru.

Presiden Subaru Yasuyuki Yoshinaga, seperti dilaporkan Xinhua, meminta maaf kepada publik pada konferensi pers Jumat dan bersumpah untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah malpraktik terjadi lagi.

Namun, perusahaan mengatakan bahwa saat ini tidak memiliki rencana untuk menarik dari peredaran (recall) mobil yang terkena dampak, karena tidak ada masalah kualitas yang ditemukan.

Dalam pernyataan resmi tertulis, Subaru mengatakan bahwa kendaraan yang terdampak merupakan model-model yang diproduksi di pabrik Gunma dan diperuntukkan bagi pasar domestik Jepang.

Terhadap masalah itu, telah dilakukan investigasi mengenai prosedur inspeksi kesesuaian pada Oktober hingga Desember 2017, dan hasilnya telah diserahkan kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Jepang pada tanggal 27 April 2018.

Malpraktek tersebut memberikan pukulan lain kepada produsen mobil Jepang ini setelah mengakui tahun lalu bahwa menugaskan karyawan tidak sah melakukan inspeksi untuk mobil baru.


Editor: Ivan Setyanto

COPYRIGHT © Otolovers.com 2018