Screenshot video pembersihan mesin dari STP

Bersihkan mesin biar tetap kinclong

Jakarta (Otolovers) - Mesin mobil dan truk modern pada umumnya tidak perlu banyak polishing, tapi puing-puing kotoran kecil di tempat yang tidak seharusnya bisa memicu kerusakan, minimal karat.

Sekalian mengecek air radiator atau accu—jika otolovers bukan pemakai accu kering—, membuka kap sekaligus membersihkan mesin adalah ide yang baik.

Sebuah cek bulanan adalah ideal, tapi bahkan dua kali setahun dapat mencegah masalah, ahli auto mengatakan. Itu terutama berlaku bagi mereka yang berkendara di jalan berdebu, berpasir atau tak beraspal atau berkendara lebih dari 25.000 mil (sekitar 40.000km) setahun.

Pengecekan berkala perlu untuk mendeteksi kemungkinan sistem pendingin atau ada minyak yang bocor.

Cairan bocor baik itu oli dan lainnya bisa membuat kotoran menempel, terutama debu, lalu dalam waktu lama itu bisa merusak mesin.

Bagaimana baiknya untuk melakukan hal itu:

* Pastikan mesin dingin

Anda tidak hanya dapat melukai diri sendiri jika membersihkan dalam keadaan mesin panas, tapi pembersih dan air dapat menyebabkan kerusakan parah. Pastikan mesin dingin sebelum Anda mulai.

* Pilih cleaner

Setelah membersihkan daun kering dan ranting kecil yang menempel di sekitar wiper atau di bawah kap, Anda bisa membeli cleaner khusus pembersih mesin.

Tapi jika otolovers tidak punya persediaan di rumah, sabun atau cairan pembersih perabotan dapur bisa digunakan untuk membersihkan kompartemen mesin.

Jika Anda tidak yakin dengan itu, belilah cairan engine cleaner atau pembersih gemuk di toko. Gunakanlah sikat gigi bekas untuk membersihkan bagian-bagian yang sempit, dan dengan kain katun halus untuk menghilangkan kotoran di permukaan mesin.

Jangan pernah menggunakan sikat berbulu keras atau sikat kawat karena itu dapat merusak komponen mesin.

Kemudian bilas dengan hati-hati. Anda tentu pernah dengar orang-orang yang menyemportkan air ke mesin dan kemudian mengalami masalah dengan kelistrikan.

Oleh karena itu, jangan menyemprotkan air jika itu berpotensi masuk ke mesin atau konektor kelistrikan yang tidak tertutup rapat. Hindari menyiram atau menyemprotkan air ketika mesin sedang panas, kerena itu dapat menyebabkan blok mesin retak akibat diferensial suhu mendadak.

Disarankan untuk melindungi atau menutup konektor-konektor kelistrikan yang berpotensi konsleting atau pada sistem pengapian dengan plastik, sebelum Anda menyemprotkan air ke mesin.

* Penyemprot air bertekanan

Hindari penggunaan penyemprot air bertekanan kuat karena itu bisa menimbulkan malapetaka. Hanya orang-orang yang sudah berpengalaman yang menggunakan alat ini. Penyemprot bertekanan tinggi bisa merusak komponen tertentu, misal kawat-kawat halus pada komponen tertentu.

* Harus kering benar


Setelah membilas mesin, dan mengelapnya dengan handuk kering atau penyerap air. Pastikan air di sekitar mesin benar-benar kering sebelum Anda menghidupkan mesin kendaraan untuk membantu mengeringkan air yang mungkin masih tersisa.

* Ingat accu (baterai)

Meskipun membersihkan baterai atau accu bukan bagian dari pembersihan mesin, melakukan hal itu sekaligus sangatlah direkomendasikan.

Kotoran pada ujung konektor baterai bisa mengganggu arus listrik, maka baiknya diperiksa dan dibersihkan agar bisa bekerja optimal.

Selain itu, sisa air accu yang tercecer atau penutup baterai bocor bisa membuat komponen korosi atau karat karenanya. Bersihkan dengan hati-hati, dan gunakan cairan campuran baking soda dan air untuk menghilangkan kotoran, lalu keringkan sekering-keringnya.

Untuk bagian ujung konektor atau kepala accu, Anda bisa membersihkannya dengan sikat kawat, meskipun meski tetap hati-hati dalam melakukannya.

Editor: Ivan Setyanto

COPYRIGHT © Otolovers.com 2017