Toyota All New Cayla

Toyota Calya hadir untuk "ganggu" pasar Datsun?

Jakarta (Otolovers) - Toyota sekitar sepakan lalu mengenalkan varian barunya dalam kelas low MPV, All New Calya, model baru dengan tone nama mirip-mirip duo LCGC Astra Group, Agya dan Ayla.

Dengan desain memang tidak jauh berbeda dengan Agya dan Ayla, produk baru Toyota Astra Motor (TAM) ini masih menyasar kelas segmen pasar yang sama--middle low--tentunya, keluarga muda atau pembeli baru yang sebelumnya pengguna sepeda motor.

Tidak bisa dipungkiri bahwa model ini merupakan pengembangan yang berbasiskan duo LCGC Astra tadi yang lumayan sukses di pasar, meskipun brand lain di bawah Nissan, yakni Datsun Go, juga berpredikat capaian sama.
[image]
Sepintas, otolovers akan melihat Calya sebagai model Agya atau Ayla yang dipanjangkan, seperti halnya Datsun membuat Datsun Go+ untuk masuk ke segmen mobil keluarga berbangku tiga baris.

Dengan sosoknya yang memang sekelas, Cayla jelas akan menjadi pilihan lain bagi pasar yang selama ini juga menjadi ceruk Datsun, alias "penantang baru" Datsun Go+, selain juga akan menggerus pasar Toyota sendiri dan mitranya, Daihatsu.
[image]
Alasannya jelas, hadir sebagai low MPV dan dengan rentang harga yang tidak jauh, yakni Rp130 juta hingga Rp160 juta on the road Jabodetabek. TAM akan merilis harga detilnya di ajang GIIAS 2016 beberapa hari lagi.

Calya dibekali mesin dengan kapasitas sekelas Datsun, 1200cc dengan label dual VVT-i, yang berkode produksi 3NR, seri lanjut dari mesin yang pernah digunakan untuk Yaris di Eropa, kemudian beberapa varian Avanza dan Xenia, dan belakangan untuk All New Sienta, model lain MPV yang diproduksi TAM di pabrik baru di Karawang, Jabar.

Dengan serangkaian peluncuran low MPV oleh Toyota beberapa bulan terakhir dalam 2016, jelas ini bentuk strategi pasar yang masih dipertahankan Toyota, yakni menyediakan banyak model dan varian pada kelas sama demi memenangi persaingan yang kian ketat.
[image]
Ibarat "menaruh banyak kail di kolam yang sama", Toyota Group lagi-lagi membanjiri pasar low MPV dengan All New Sienta dan Cayla dalam berbagai variannya, yang Otolovers.com prediksi akan banyak varian yang dihadirkan untuk dua model itu kedepan.

Meskipun dengan mesin yang sekelas, model dan interior serta fitur yang ditawarkan Calya memang lebih unggul dibanding Datsun Go+ varian terakhir, tapi ini masuk akal karena harganya juga lebih mahal. Datsun hanya berharga di kisaran Rp110 juta.

Keunggulan lain dari Calya antara lain, ruang kabin yang lebih luas, dual SRS airbag--Datsun hanya untuk pengemudi--, 3-point seatbelt, dilengkapi Isofix untuk mengaitkan kursi bayi, sistem pengereman anti-lock braking (ABS), dan sensor parkir.
[image]
Hadir sebagai varian LCGC kursi tiga baris 7 penumpang, Cayla juga dilengkapi perangkat hiburan yang lebih baik--berkonektivitas Bluetooth dan voice call--, selain roda yang berukuran lebih besar, 14 inci, dibanding Datsun Go yang hanya 13 inci.

Terlepas dari kelebihan pada interior, Cayla juga hadir dengan varian transmisi tidak hanya manual tetapi juga matic--yang belum dipenuhi Datsun hingga saat ini--, dengan versi manualnya 6-percepatan.

Sekilas soal pasar

Kehadiran Cayla (dan Sigra untuk versi Daihatsu) sepertinya menjadi bagian dari strategi pasar Astra Group untuk mengakselerasi pertumbuhan di segmen middle low, khususnya LCGC, setelah performa tak terbendung Datsun yang mencapai pertumbuhan sangat bagus bahkan mengalahkan "induk semang"-nya sendiri, Nissan.

Setelah membuktikan performanya untuk bangkit dari beberapa keluhan pengguna--terutama melalui kampanye "Datsun Risers Expedition" keliling Indonesia--, Head of Datsun Indonesia Indiani Hadiwidjaja telah membuktikan kemampuannya membawa Datsun berjaya di pasar LCGC.
[image]
Dalam kuartal pertama 2016 lalu saja (data Gaikindo), Datsun telah berhasil menjual 6.358 unit, hanya terpaut sedikit dengan brand Nissan, 7.640 unit, yang menawarkan lebih banyak model dan varian.

Pada semester pertama 2016, Datsun membukukan penjualan 18.766 unit, dengan market share dalam kisaran 21 persen, sedangkan Honda Brio Satya untuk bulan Juni saja mencapai 5.231 unit--sudah melampaui Agya.
[image]
Suzuki Karimun Wagon R masih di berada di urutan setelah lima besar dengan penjualan semester pertama 2016 hanya 5.411 unit atau mengambil hanya 6 persen pangsa pasar.

Toyota Agya dan Daihatsu Ayla harus diakui masih pemimpin pada pasar LCGC, dengan penjualan enam bulan pertama tahun ini masing-masing 28.162 unit dan 26.228 unit, dengan pangsa pasar 31 persen dan 29 persen.
[image]
Dengan hadirnya Cayla, Toyota tidak hanya akan menjadi ancaman tekanan bagi Datsun, Honda Biro Satya, maupun Karimun Wagon R, tapi mungkin akan juga sedikit menggerus pasar Avanza dan Agya sendiri.

Kenapa? Karena Cayla hadir dengan rentang harga sedikit di atas Agya (juga brand mitranya, Ayla) dan varian terendah Avanza, tapi yang pasti persaingan MPV mulai tahun ini bakal tambah sengit, terlebih tahun depan dengan rencana rilis low MPV dari Mitsubishi dan juga pemain baru China, SGMW (SAIC General Motors Wuling).

Editor: Ivan Setyanto

COPYRIGHT © Otolovers.com 2016