Ilustrasi.

Kapan minyak transmisi perlu diganti?

Jakarta (Otolovers) - Setiap berapa kilometer perjalanan mobil otolovers harus ganti minyak transmisi? Ini masih tetap menjadi perdebatan sampai saat ini.

Pabrikan atau produsen biasanya menganjurkan minyak transmisi mobil matic (automatic) diganti setiap 100.000 miles (160.000km) bahkan untuk transmisi Ford bisa 240-an km (150.000 miles).

Tapi sebagian mekanik atau montir mengatakan itu terlalu lama, dan minyak transmisi harus diganti setiap 50.000 miles (80.000km).

Untuk kendaraan dengan transmisi manual berbeda lagi, dan ini mungkin bisa menjadi rujukan yang baik bagi otolovers pemilik mobil manual.

Seperti halnya minyak atau oli yang lain, minyak transmisi juga mempunyai masa pakai. Penggunaan yang berat seperti sering jalan berhenti di perkotaan berlalu lintas padat, sering membawa muatan berat, atau menarik beban berat sangatlah menentukan.

Pengemudian atau kondisi seperti di atas sangatlah mempengaruhi temperatur dan suhu minyak transmisi, cairan yang berfungsi menjaga transmisi tetap dingin dan part mesin bergerak dengan baik.

Jika otolovers mengemudi dalam kondisi tekanan tinggi seperti di atas, maka perlu sering mengecek isi minyak transmisi atau datang ke bengkel untuk memeriksa kondisi minyak transmisinya.

Minyak transmisi baru biasanya berwarna merah tapi beberapa ada yang berwarna lain, dan jika sudah berwarna gelap itu menandakan perlu diganti. Perlu diganti karena jika sudah berwarna gelap itu berarti sudah banyak terbakar oleh suhu panas atau memang ada masalah mekanikal.

Indikasi lain bahwa minyak transmisi perlu diganti adalah jika ada kandungan kotoran atau partikel-partikel kecil pada minyak.

Ketika otolovers datang ke bengkel, misal untuk service rutin, mekanik biasanya ada yang menyarankan agar minyak transmisi mobil diganti. Meskipun ia sudah menunjukkan bahwa minyak transmisi Anda sudah berwarna gelap, tapi bukan berarti Anda harus segera setuju untuk menggantinya.

Pertama, perlu otolovers partikan di buku manual perawatan kapan minyak transmisi harus diganti dan lihat apa yang direkomendasikan oleh pabrik sebelum Anda memutuskan penggantian.

Kenapa begitu? Ada sejumlah pabrikan, termasuk Honda, yang mengharuskan Anda menggunakan tipe minyak transmisi yang sesuai rekomendasi mereka karena menggunakan tipe lain dapat menimbulkan kerusakan.

Belum lagi, beberapa transmisi automatic menggunakan filter minyak yang harus selalu bersih atau diganti bersamaan dengan ketika mengganti minyak transmisi. Pastikan bahwa mekanik bengkel Anda juga melakukan prosedur itu dengan benar.

Lalu, pertanyaannya lagi, apakah Anda harus mengganti minyak transmisi setiap 160.000 km? Sebagian mekanik kadang menyarankan itu tidak perlu diganti selama tidak ada masalah saat pergantian gigi atau trasmisi.

Tapi yang perlu menjadi dasar adalah mengganti minyak transmisi secara periodik tanpa menunggu sampai ada masalah jauh lebih baik jika otolovers ingin mesin kendaraan lebih awet. Karena bagaimanapun minyak transmisi segar jauh lebih baik dibanding yang kadaluwarsa.

Editor: Ivan Setyanto

COPYRIGHT © Otolovers.com 2016