Beth Paretta (kiri) dan Katherine Legge dalam wawancara di FIA Motorsport Conference 2015 yang digelar di Meksiko pada 8-10 Juli lalu.

Harapan para srikandi balap

"Ketika saya memulai ada sedikit pebalap wanita di daftar pebalap"

Jakarta (Otolovers) - Pada FIA (Federation Internationale De L'Automobile) Sport Conference 2015 yang digelar Juli lalu di Meksiko, srikandi-srikandi balap dengan antusias mengungkapkan harapan-harapannya.

Dalam sebuah panel yang menghadirkan Presiden Komisi Perempuan dalam Motorsport Michele Mouton, Prinsipal Tim Sauber F1 Monisha Kaltenborn dan pebalap wanita Katherine Legge berbicara lantang mengenai perkembangan pembalap perempuan dan peran berpengaruh yang sekarang diduduki oleh perempuan dalam olahraga otomotif.

Mouton, masih satu-satunya perempuan yang memenangi putaran Kejuaraan Rally Dunia, mengatakan peningkatan prevalensi perempuan dalam peran-peran manajeman dan engineering tim adalah bukti lanjut betapa wanita diterima dalam olahraga otomotif kontemporer, merujuk pada Kaltenborn di Sauber sebagai contoh utama.

Legge, mantan pebalap Champ Car dan sekarang pebalap DeltaWing Coupe di United SportsCar Championship yang berbasis di AS adalah bagian dari tim baru yang dipimpin perempuan, Grace Autosport, yang berkompetisi dalam balap Indianapolis 500 pada 2016.

Dibanding saat ia memulai balapan di Champ Car pada 2006, menurut Legge,  kemajuan perempuan dalam kancah olahraga otomotif selama dekade terakhir begitu menakjubkan.

"Ketika saya memulai ada sedikit pebalap wanita di daftar pebalap," kata Duta Wanita di Motorsport ini. "Tapi peran perempuan dalam balap telah berubah secara masif."

Sekarang ada beberapa pebalap perempuan, tapi yang perlu didorong adalah kehadiran perempuan insinyur dan mekanik, yang sekarang masih sangat kurang, katanya.

"Kita perlu mendapatkan lebih banyak di tingkat akar rumput, lebih banyak mekanik, orang-orang PR, kita hanya perlu membuatnya (peran-peran itu) bisa diakses oleh mereka," tambah Legge.

Beth Paretta, prinsipal tim Grace Autosport, mengatakan pemikiran dibalik tim baru ini adalah untuk menunjukkan bahwa wanita benar-benar sangat terlibat dalam tingkat tertinggi olahraga.

"Grace Autosport dimulai dari sebuah ide untuk menempatkan tim sekelompok perempuan untuk balapan Indy 500. (Ketika saya direktur motor sport Fiat-Chrysler) Saya menerima telepon pada akhri 2014 dari seorang kolega, Adrian Sussman, yang telah memformulasikan ide bersama Katherine, menanyakan apa pemikiran saya."

Paretta lalu berpikir selama beberapa hari dan menjawab bahwa ia ingin melibatkan lebih banyak perempuan dalam olahraga balap dan itu akan menjadi pondasi bagus untuk mendapatkan lebih banyak perempuan terlibat dalam karir permesinan--, sejak itu keterlibatan perempuan kian hari kian meningkat.

Satu hal yang membanggakan Paretta adalah bahwa pria dan wanita memiliki kesempatan sama, memastikan bahwa wanita juga melakukannya dengan cara yang benar, otentik, dan benar-benar orang yang tepat yang terlibat.

"Hal ini tidak dimaksudkan untuk sekedar menjadi salah satu ras; itu akan menjadi jauh lebih dari itu," katanya.

Untuk perannya, Legge mengaku bangga terlibat dalam sebuah project yang menunjukkan kerja sangat baik perempuan dalam berbagai peran di kejuaraan balap.

Legge yakin tim Grace Autosport bakal sukses karena perempuan-perempuan yang terlibat di dalamnya adalah wanita top dalam bidangnya. Dengan bekerja bersama sebagai sebuah tim hasilnya akan jauh lebih besar daripada secara individu.

Selamat berjuang dan sukses tim srikandi Grace Autosport!

Sumber: FIA




Editor: Ivan Setyanto

COPYRIGHT © Otolovers.com 2015