Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Datsun Go

Ini hasil uji keselamatan Datsun Go, Ayla, dan Agya

Jakarta (Otolovers) - Pada akhir September lalu Program Pengujian Mobil Baru untuk Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN NCAP) telah melakukan serangkaian pengujian terhadap Datsun Go, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, juga beberapa model lain yang beredar di Indonesia.

Pengujian digelar melibatkan Institut Teknologi Bandung dan dilaksanakan juga di kampus tersebut. Uji diselenggarakan dengan hasil didesikasikan untuk pasar Indonesia.

Berikut rangkuman hasil pengujian ASEAN NCAP terhadap tiga model LCGC yang beredar di Indonesia:

Datsun Go

Mobil dengan brand di bawah Nissan ini memulai debut pada 2014 dan hanya dilengkapi dengan 1 airbag. Datsun Go mendapatkan skor 6,82 poin untuk perlindungan penumpang dewasa (Adult Occupant Protection/AOP).

Untuk itu ASEAN NCAP memberikan 2 bintang (2-star) untuk AOP dan 2 bintang untuk Child Occupant Protection/COP (perlindungan terhadap penumpang anak-anak) dengan pemenuhan hanya 46%.

Datsun Go merupakan kendaraan LCGC yang dikembangkan berdasarkan Nissan March.

Daihatsu Ayla

Model atau varian terendah (tanpa airbag) LCGC keluaran Daihatsu ini ternyata punya peringkat keselamatan lebih buruk dibanding Datsun Go. Ayla yang ini hanya mendapatkan 1 bintang untuk AOP dengan poin 5,56, kemudian 2 bintang untuk COP dengan pemenuhan 47% dari yang disyaratkan.

Ayla varian tinggi (high grade variant) mendapatkan skor lebih baik karena dilengkapi dengan dua airbag (double airbag) sehingga mendapatkan 4 bintang untuk AOP dengan skor 12,84 poin. Untuk COP, Ayla high grade mendapatkan 3 bintang dengan pemenuhan 51%.

ASEAN NCAP memberikan catatan bahwa antara Daihatsu Ayla dan Toyota Agya menggunakan struktur body yang sama menurut spesifikasi teknik yang disediakan oleh dua pabrikan yang sering bekerja sama itu.

Toyota Agya

Sama seperti Ayla varian high grade, Toyota Agya juga mendapatkan 4 bintang untuk AOP dengan poin sama seperti diraih Daihatsu Ayla yakni 12,84 poin. Agya mendapatkan skor yang relatif lebih baik untuk COP dibanding dua hatchback pesaingnya di Indonesia itu, dengan mengantongi 4 bintang atau pemenuhan 82% untuk COP.

Sekjen ASEAN NCAP Khairil Anwar Abu Kassim mengatakan, karena memiliki kabin yang relatif sempit sangat penting untuk memastikan struktur tiga hatchback itu kuat dan mampu melindungi penumpang, dari kemungkinan hancur dalam sebuah kecelakaan.

Dia juga mengatakan bahwa ASEAN NCAP bertanggung jawab untuk menginformasikan kepada konsumen mengenai tingkat keamanan sebuah kendaraan.

Sumber: ASEAN NCAP

Editor: Ivan Setyanto

COPYRIGHT © Otolovers.com 2015