Data kesenjangan emisi C02 sejumlah mobil antara pengemudian di dunia nyata dengan hasil pengujian resmi. (Otolovers/T&E).

Beberapa mobil Mercy, BMW, Peugeot 50% lebih boros dari klaim pabrik

Jakarta (Otolovers) - Beberapa mobil baru, termasuk Mercedes A, C, dan E Class, kemudian BMW seri 5, dan Peugeot 308 mengonsumsi bahan bakar 50% lebih boros dari hasil tes resmi di laboratorium produsen mobil-mobil itu.

Kesenjangan hasil tes resmi pabrikan dengan konsumsi bahan bakar dalam pengemudian yang sesungguhnya di jalan raya itu diungkapkan oleh pemerhati kebijakan transportasi Eropa, Transport & Environment (T&E) berdasarkan hasil uji on-the-road.

"Kesenjangan antara performa resmi dan (di) dunia-nyata ditemukan di banyak model mobil telah berkembang begitu luas sehingga tidak dapat dijelaskan melalui faktor-faktor yang diketahui termasuk manipulasi-manipulasi pengujian," kata T&E dalam pernyataannya, Senin (28/9) waktu Eropa.

Meskipun hal itu bukan merupakan bukti adanya perangkat lunak untuk "mengelabuhi uji bahan bakar" semacam software defeat yang digunakan oleh Volkswagen, NGO yang beranggotakan lebih 50 organisasi lingkungan dan masalah transportasi itu menegaskan bahwa pemerintah Uni Eropa harus memperluas penyelidikan soal software defeat uji emisi pada mobil bensin juga.

Kesenjangan antara hasil tes resmi emisi CO2/keekonomian bahan bakar dengan performa kenyataannya di jalan raya yang sebenarnya telah meningkat 40% secara rata-rata pada 2014 dari 8% pada 2001, menurut laporan Mind the Gap 2015 T&E.

T&E mengatakan kesenjangan akan menjadi jurang, dan jika tanpa tindakan, kemungkinan akan tumbuh rata-rata 50% pada tahun 2020.

Dengan memanfaatkan celah dalam prosedur pengujian (termasuk perbedaan antara pengemudian nyata di jalan raya dan simulasi laboratorium) mobil konvensional bisa menghasilkan CO2 hingga 40-50% lebih banyak di jalan raya ketimbang apa yang telah disebut dalam hasil pengukuran laboratorium.

Namun, sejauh ini, kesenjangan rata-rata lebih dari 50% antara pengujian resmi dengan pengemudian sesungguhnya di jalan raya hanya ditemukan pada beberapa model saja.

Mobil-mobil Mercedes memiliki rata-rata kesenjangan antara pengujian resmi dan performa dunia nyata 48%, dan untuk model-model baru A, C, dan E class perbedaannya mencapai lebih dari 50%. BMW seri 5 dan Peugeot 308 memiliki kesenjangan di bawah 50%.

"Penyebab dari penyimpangan-penyimpangan besar ini harus diklarifikasi sesegera mungkin," kata T&E.

Greg Archer, clean vehicles manager di T&E, mengatakan skandal Volkswagen hanyalah puncak dari gunung es dan apa yang ada di bawahnya pelanggaran luas aturan pengujian oleh produsen mobil, memungkinkan mobil 50% lebih boros bahan bakar dari tingkat konsumsi yang mereka klaim.

Selain merugian secara kesehatan, distorsi pengujian-pengujian laboratorium itu telah menimbulkan biaya tambahan sekitar 450 euro setahun bagi pengguna dibanding apa yang diklaim dalam materi pemasaran para produsen mobil, laporan T&E menemukan.

Tapi, produsen-produsen mobil terus mencoba untuk menunda pengenalan pengujian baru (WLTP) menjadi pada 2017.


Editor: Ivan Setyanto

COPYRIGHT © Otolovers.com 2015